berita terkiniUlasan

Demi Mudik Lebaran, Pemudik Nekat Sewa Travel Gelap Hingga Modus Sembunyi di Bus AKAP

Motionupdate.com, JAKARTA – Larangan pemerintah terkait mudik lebaran yang dilarang tidak membuat masyarakat kehilangan akal. Sejumlah cara dilakukan masyarakat agar lolos dari pemeriksaan polisi di pos-pos penyekatan demi bisa pulang ke kampung halaman.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, pemudik biasanya menyewa jasa travel gelap di media sosial. Jasa travel gelap yang merupakan kendaraan pribadi berpelat hitam menawarkan layanan mudik ke daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan tarif Rp 300.000 hingga Rp 500.000.

“Jasa travel gelap mengiklankan layanannya melalui media sosial, ada yang melalui Facebook dan WhatsApp,” jelas Sambodo.

Hingga Sabtu (2/5/2020), Polda Metro Jaya telah menangkap 15 mobil travel gelap yang mengangkut sebanyak 113 pemudik. Mereka keluar wilayah Jakarta melalui Pintu Tol Cikarang Barat.

Akibat perbuatannya, para pemilik travel gelap ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000.

“Kendaraannya kita tahan, kita tilang, untuk penumpangnya , kita kembalikan kea rah Jakarta,” ungkap Sambodo.

Dari pelanggaran yang ditemukan terkait larangan mudik, ada beberapa modus yang dilakukan masyarakat yang nekat mudik lebaran. Di antaranya:

Sembunyi di Bus AKAP

Bukan hanya menggunakan travel gelap, pemudik berusaha mengelabui petugas dengan bersembunyi di bus AKAP yang seolah-olah tak berpenumpang hingga di dalam bak pengangkut truk yang ditutupi terpal.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2020), pada malam hari di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, polisi menemukan enam pemudik tujuan Jawa Tengah yang nekat bersembunyi di dalam bus AKAP jurusan Semarang.

Sembunyi di Bus

Kejadian selanjutnya adalah lima penumpang yang bersembunyi di dalam bus dengan cara merebahkan kursi dan mematikan lampu kabin bus. Bahkan, satu penumpang lainnya ditemukan sembunyi di dalam kamar mandi bus.

Demi bisa pulang kampung, mereka rela membayar ongkos Rp 300.000 hingga Rp 500.000 untuk berangkat ke wilayah Jawa Tengah.

Menggunakan Truk

Polisi menangkap pengendara truk yang mengangkut enam pemudik di Pintu Tol Cikarang Barat pada Kamis (1/5/2020). Mereka bersembunyi di dalam bak pengangkut truk yang ditutup terpal.

“Modus yang ditemukan adalah beberapa truk di desain sedemikian rupa untuk digunakan mengangkut penumpang. Truk dipasang terpal seolah-olah mengangkut barangm tetapi mengangkut penumpang,” jelas Sambodo.

Sambodo menghimbau masyarakat tidak nekat melakukan mudik atau menawarkan jasa antar dengan modus travel gelap di tengah larangan pemerintah terkait mudik.

“Jangan nekat untuk melakukan mudik, kita pasti akan tangkap dan amankan. Kami himbau untuk mematuhi peraturan atau larangan pemerintah untuk tidak mudik demi kepentingan bersama,” tegas Sambodo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penularan Covid-19. Keputusan itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Selasa (21/4/2020).

Larangan mudik tersebut mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close