berita terkiniKeretaModa

Pandemik Virus Corona, MRT Jakarta Lakukan Penyesuaian Jadwal

Motionupdate.com, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan jadwal baru operasi ratangga dan stasiun selama pandemik virus korona. Operasional kereta dan stasiun dimulai pada pukul 06.00 hingga 20.00 WIB setiap hari mulai Senin, 23 Maret 2020.

Kereta pertama dari Stasiun Lebak Bulus Grab tujuan Stasiun Bundaran HI akan berangkat pada pukul 05.55 WIB pada hari kerja Senin—Jumat dengan selang waktu keberangkatan antarkereta setiap lima menit pada waktu sibuk (07.00—09.00 WIB) dan 10 menit di luar itu. Sedangkan pada hari libur atau akhir pekan, kereta pertama akan berangkat pada pukul 05.59 WIB dengan selang waktu keberangkatan kereta setiap 10 menit.  Kereta terakhir dari Stasiun Lebak Bulus Grab berangkat pada pukul 19.50 WIB namun tujuan hanya sampai Stasiun Blok M BCA.

Kereta pertama dari Stasiun Bundaran HI akan berangkat pada pukul 05.57 WIB dengan selang waktu keberangkatan antarkereta setiap lima menit pada waktu sibuk (07.00—09.00 WIB) dan 10 menit di luar itu. Kereta terakhir tujuan Stasiun Lebak Bulus Grab akan berangkat pada pukul 19.53 WIB.

Jumlah penumpang pun mengalami penurunan dengan pemberlakuan aturan mengurangi aktivitas di luar rumah tersebut. Pada Sabtu, 21 Maret 2020 lalu, jumlah penumpang MRT Jakarta hanya 7.000 orang atau sekitar 7% dari rata-rata jumlah penumpang harian yang mencapai sekitar 100 ribu orang.

Selain menyesuaikan jadwal operasi, pandemik virus korona juga berdampak terhadap proses pekerjaan fase 2 yang seyogianya mulai dikerjakan pada Maret 2020 ini.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Silvia Halim, mengatakan kegiatan utama fase 2 MRT Jakarta saat ini adalah pekerjaan desain yang dilakukan dengan skema bekerja dari rumah (work from home).

“Untuk pekerjaan fisik masih sangat minim dilakukan, hanya sebatas penyelidikan tanah (soil investigation) yang melibatkan jumlah pekerja dan pengawas yang sangat terbatas,” ujar ia.

“Pekerjaan ini pun dilakukan dengan protokol mitigasi keamaan (mitigation measures) untuk memonitor kondisi kesehatan para pekerja atau pengawas yang mengacu pada Protokol Pencegahan COVID-19 di Proyek Konstruksi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR,” pungkas ia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close