berita terkiniKeretaModa

Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase ll Ditargetkan Selesai Tahun 2024

Motionupdate.com, JAKARTA – Rencana PT MRT Jakarta untuk melanjutkan pembangunan koridor Utara-Selatan dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota terus dikebut. Hingga akhir September 2019 lalu, pembangunan Diaphragm Wall (D-Wall) sebagai bagian dari pembangunan Gardu Induk (resipient substation) Monas telah selesai dilakukan.Selanjutnya, pengadaan dan pembangunan akan terus dikebut hingga target penyelesaian pada akhir 2024 dan target operasional kuartal pertama 2025 dapat tercapai.

Panjang jalur utama sekitar 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah akan melewati kawasan Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga Kota. Penetapan jalur ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT koridor BHI-Kota.

Salah satu perbedaan jalur bawah tanah fase I dan fase II adalah jalur yang melewati kawasan Sawah Besar dan Mangga Besar. Terowongan di area ini akan dibangun bertingkat karena terbatasnya area di kawasan Jalan Gajah Mada—Hayam Wuruk tersebut (terdapat Kali Batang Hari/anak Kali Ciliwung) sehingga pembangunan terowongan bertingkat juga membuat kedua stasiun di kawasan tersebut akan terdiri dari empat lantai.

Selain itu, guna mendorong kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat, di area jalan raya, akan diusung konsep pembangunan yang terintegrasi, seperti pelebaran akses pejalan kaki (trotoar) dan pesepeda, termasuk penyediaan rak sepeda (bike rack) di setiap stasiun MRT Jakarta dan area turun naik penumpang (drop on/off) untuk bus non-BRT, mobil yang membawa penumpang prioritas, dan logistik. Selain itu, pembangunan kembali halte-halte BRT Transjakarta yang terintegrasi secara fisik ke akses masuk stasiun MRT Jakarta, seperti yang sudah dilakukan di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dengan Halte BRT Transjakarta Bundaran HI.

Dalam perencanaan jangka panjang, PT MRT Jakarta diharapkan dapat membangun jaringan moda raya terpadu sepanjang 230 kilometer hingga 2030 mendatang sehingga dapat menghubungkan dengan aman dan nyaman lebih dari 10 juta jiwa penduduk yang tinggal di kota seluas 661 kilometer persegi ini.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close