berita terkiniKeretaModa

Begini Keadaan MRT Jakarta Ketika Terjadi Gempa dan Mati Listrik

Motionupdate.com, JAKARTA – Pasca gempa bumi dan padam listrik massal yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu, PT MRT Jakarta memaparkan situasi operasi kereta kejadian berlangsung.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, menyampaikan, “Gempa dirasakan pada pukul 19.05 WIB di area jalur utama (mainline). Pusat Kendali Operasi segera menginformasikan ke semua masinis bahwa kereta akan dihentikan di stasiun dan memberlakukan platform hold. Saat itu, terdapat 10 rangkaian kereta yang berada di jalur utama. Pusat Kendali Operasi (OCC) kemudian kembali mengoperasikan kereta dengan jadwal normal setelah keterlambatan selama 10 menit 43 detik.”

Terkait padam listrik massal yang melanda Jawa dan Bali, lanjut Effendi, gardu listrik MRT Jakarta mendeteksi hilangnya suplai listrik pada pukul 11.50 WIB.

“Di saat bersamaan, genset menyuplai listrik darurat non-traksi. Saat padam listrik massal tersebut terjadi, ada tujuh rangkaian kereta yang sedang beroperasi di jalur utama. Empat di antaranya berhenti di antara stasiun, yaitu di antara Stasiun Lebak Bulus Grab-Stasiun Fatmawati, Stasiun Fatmawati-Stasiun Lebak Bulus Grab, Stasiun Istora-Stasiun Bendungan Hilir, dan Stasiun Bendungan Hilir-Stasiun Istora. Tim berhasil mengevakuasi 3.410 orang pengguna MRT Jakarta dengan selamat,” jelasnya.

Dari analisis yang dilakukan oleh Tim Direktorat Operasi dan Pemeliharaan, diketahui bahwa padam listrik massal (blackout) mengakibatkan tidak beroperasinya MRT Jakarta selama 8 jam 10 menit dan terdapat penurunan persentase penumpang hingga 16,43 persen pada hari itu. Khusus kerugian pendapatan finansial yang ditimbulkan saat padam listrik massal tersebut diperkirakan mencapai Rp507 juta, yang berkaitan dengan potensi kehilangan penumpang sekitar 52.898 orang pada hari tersebut.

Dari 123 responden, 83,7 persen responden menyatakan tidak terpengaruh atas kejadian gempa dan padam listrik tersebut dan tetap akan menggunakan layanan MRT Jakarta secara rutin dalam kegiatan mobilitas sehari-harinya. Divisi Pemeliharaan juga melakukan pemeriksaan terhadap sarana MRT Jakarta. Hasilnya adalah semua sarana dalam kondisi baik dan tetap siap untuk beroperasi normal. “Total ada delapan rangkaian kereta yang kami periksa mulai dari start up test, fisik, hingga sistem,” ujar ia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close