berita terkiniKeretaModa

Jaga Kelancaran Arus Mudik Lebaran, KAI Gelar Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2019

Motionupdate.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2019. Pada musim Lebaran 2019, KAI menetapkan masa mudik Lebaran selama 22 hari yakni dari 26 Mei 2019 (H-10) hingga 16 Juni 2019 (H+10).

Pada periode tersebut KAI menyiapkan segala sumber daya demi melayani konsumen secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan.

Guna memastikan keselamatan perjalanan KA, KAI meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan dan menyiagakan 188 tenaga daerah rawan ekstra dan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, dsb; menambah petugas penjaga pelintasan KA sebidang menjadi 873 orang serta petugas pemeriksa jalur sebanyak 428 orang. Selain itu, tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rinja (rintang jalan) atau KKA (kecelakaan kereta api).

Di samping itu, KAI menyiapkan tenaga keamanan Angkutan Lebaran dari internal (Polsuska dan satpam) serta eksternal (TNI/Polri). Sebanyak 1.480 tenaga Polsuska akan bertugas di atas KA dan di stasiun. Sementara 8.761 personel satpam akan menjaga di tiap stasiun dan aset KAI. Sedangkan tenaga eksternal dari TNI/Polri sebanyak 1.587 personel plus 69 anjing pelacak (K-9) disiagakan untuk menjaga stasioner, parkir, dan jalur KA.

“Selama masa Angkutan Lebaran 2019 tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Terdapat 10 KA Tambahan Lebaran Ekstra dengan rute dari Jakarta, Bandung menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Total tempat duduk yang disediakan melalui KA Tambahan Lebaran Ekstra ini perharinya adalah 5.364 tempat duduk.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close