berita terkiniUlasan

Menhub Buka Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang dan Marunda

Motionupdate.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kembali membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di dua tempat langsung yakni di BP2IP Mauk, Tangerang dan STIP Marunda, Jakarta Utara.

“Pemerintah indonesia, Pak Joko Widodo memang menugaskan saya kalau tahun lalu tugasnya adalah infrastruktur dibangun bandara, pelabuhan, kereta api, tahun ini adalah SDM. Oleh karenanya saya memugaskan lebih dari 10 sekolah BPSDM Perhubungan melakukan pemberdayaan masyarakat, mereka diajari dari kompetensi berkaitan dengan laut udara, darat, kereta api, berkaitan dengan keselamatan,” kata Menhub.

Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 menargetkan penyelenggaraan DPM dapat menjaring 160 ribu peserta untuk mencetak tenaga kerja kompeten di bidang perhubungan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lanjutnya, Menhub menyebut DPM ini sebagai syarat pemenuhan standar keselamatan bagi para penyelenggara transportasi. Ke depan pihaknya akan menindak tegas penyelenggara transportasi yang tidak memenuhi standar sertifikasi.

“Keselamatan adalah suatu syarat dari bagaimana kita menyelenggarakan transportasi dan apabila mereka sanggup menyelesaikan pelatihan ini mereka dapat semacam sertifikat buku pelaut. Setelah ini memang akan dibuat semacam law enforcment bahwa orang yang mengemudikan kapal laut, kapal motor harus memenuhi sertifikasi,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan agar sekolah yang berada dibawah Kementerian Perhubungan terus menyelenggarakan sekolah inklusif agar masyarakat sekitar dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan berdaya guna di masyarakat.

“Saya mengapresiasi BPSDM Perhubungan yang menyelenggarakan program inklusi bagi masyarakat karena tenaga terampil sangat dibutuhkan,” ujar Menhub.

Selain memberikan pendidikan secara gratis, Menhub juga berjanji akan memberikan kesempatan kepada peserta DPM (sektor transportasi laut) yang berkompeten dan berprestasi akan langsung ditempatkan di perusahaan perkapalan. Ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para peserta DPM.

“Kami akan mengambil 5-10 orang mereka yang kompeten langsung kita kasih kesempatan untuk bekerja di kapal, karena kapal-kapal juga membutuhkan. Ide yang lain adalah supir-supir ini kurang apalagi supir (truk) yg punya basic,” ucap Menhub.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close