berita terkiniMobilModa

Mitsubishi “Recall” Delica dan Outlander Sport, Apa Penyebabnya?

Motionupdate.com, JAKARTA – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan program Field Fix Campaign untuk dua produknya, yakni Mitsubishi Delica dan Outlander Sport.

Sebanyak 1.080 unit Mitsubishi Delica produksi tahun 2015-2016 dan 6.852 unit Mitsubishi Outlander Sport terlibat dalam kampanye perbaikan ini

Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI mengatakan, “Konsumen tidak perlu khawatir dalam keseluruhan proses kepemilikan kendaraan penumpang Mitsubishi, terbukti walaupun model kendaraan DELICA & OUTLANDER SPORT sudah tidak lagi didistribusikan secara resmi oleh MMKSI namun komitmen dan tanggung jawab merek terhadap konsumen tetap dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti kampanye perbaikan ini.”

Berikut adalah tiga hal yang menyebabkan kampanye perbaikan yang melibatkan Mitsubishi Delica dan Outlander Sport:

1. Reprogramming Auto Stop and Go (AS&G) ECU

Pembaharuan software ini dilakukan untuk mengoptimalkan kerja sistem Auto Stop and Go (AS&G). Pada saat sistem AS&G aktif mesin kendaraan otomatis mati setelah berhenti sejenak dan jika kondisi charge battery / aki dalam tingkat yang rendah, maka mesin berpotensi tidak dapat dinyalakan kembali. Hal tersebut dikarenakan sistem AS&G membaca bahwa aki kendaraan sedang dalam kondisi yang tidak baik, sehingga sistem AS&G tidak dapat menghidupkan mesin kembali.

2. Rear Parking Brake

Potensi timbulnya karat pada komponen rear parking brake caliper / kaliper rem parkir belakang berpotensi dapat mengurangi kinerja dari rem parkir. Dalam kondisi terburuk, kendaraan dapat bergerak walaupun kondisi tuas rem parkir diaktifkan. Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru yang telah dikembangkan lebih baik. Estimasi waktu perbaikan ini sekitar 1-2 jam.

3. Front Wiper Link Ball Joint

Adanya potensi korosi yang terjadi pada wiper link ball joint (sambungan batang penyapu kaca) yang berakibat ball joint (sambungan) dapat aus sebelum waktunya dan membuat wiper link rod (batang penyambung penyapu kaca) terlepas / tidak terhubung, sehingga menyebabkan wiper blade (karet penyapu kaca) tidak dapat bekerja. Potensi korosi tersebut disebabkan oleh air yang dapat masuk melalui celah pembuangan air pada front deck garnish (antara kap mesin dengan kaca depan). Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru yang telah dikembangkan lebih baik.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close