berita terkiniKeretaModa

Dalam Rangka Earth Hour 2019, MRT Jakarta akan Lakukan Hal ini

Motionupdate.com, JAKARTA – Dalam kegiatan kampanye global World Wildlife Fun (WWF) tentang Earth Hour yang merupakan kegiatan mematikan lampu selama satu jam, PT MRT Jakarta akan mematikan satu lampu di setiap stasiun pada peringatan Earth Hour tahun ini.

“MRT akan mematikan satu lampu di setiap stasiun pada peringatan Earth Hour kali ini. Meski demikian, perlu disampaikan juga kalau mematikan satu lampu tersebut tidak akan mengganggu operasi dan kenyamanan serta keamanan penumpang,” ucap Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin

Sementara itu, CEO WWF Indonesia Rizal Malik, menyampaikan tujuan dari peringatan Earth Hour ini. “Kita akan mengingat bagaimana manusia berhubungan dengan bumi dan pada saat itu juga mengingat jejak manusia dengan pola konsumsi produksi yang mungkin menyakiti bumi.”

“Earth Hour juga bukan sekadar kegiatan satu jam saja tapi sebagai pengingat gaya manusia hidup selama 365 hari lainnya. Kegiatan ini dimulai pada 2009 dan sekarang sudah menjadi kegiatan masyarakat, bukan lagi kegiatan WWF,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Muhamad Kamaluddin menyampaikan sejumlah fitur yang digunakan oleh MRT Jakarta terkait ramah lingkungan. “Kehadiran kami sangat diharapkan dapat menurunkan tingkat kemacetan di Ibu Kota serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan beralihnya masyarakat menjadi pengguna MRT atau transportasi publik lainnya. Dari aspek operasi sehari-hari, misalnya, kami menggunakan lampu toilet yang hanya akan menyala bila ada orang di dalamnya, kalau tidak ada ya lampunya mati,” ucap ia.

MRT Jakarta menggunakan sejumlah teknologi untuk efisiensi energi, seperti menggunakan sensor kecepatan di eskalator, lampu penerangan dengan LED, pemasangan pintu tepi peron (PSD), penyejuk udara non-CFC, dan penyejuk udara dengan pengaturan otomatis. Penggunaan pintu tepi peron akan mencegah udara dari terowongan masuk ke area stasiun sehingga dapat mengurangi kerja penyejuk udara (air conditioning) untuk menyejukkan area peron. Sistem ini diyakini dapat mengurangi 50% konsumsi listrik bila area peron tidak menggunakan pintu tepi peron.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close