berita terkiniModaPesawat

Lewat Anak Usaha Digital, AirAsia Bentuk Dana Modal Ventura di Amerika Serikat

Motionupdate.com, NEW YORK – Anak usaha  digital milik AirAsia, RedBeat Ventures, mengumumkan pembentukan dana modal ventura/ venture capital funds berskala global bernama RedBeat Capital, sekaligus kerjasama strategis dengan ‘500 Startups’.

RedBeat Capital dibentuk untuk membantu perusahaan startup pasca pendanaan tahap awal/ post-seed stage, untuk berinvestasi di perusahaan startup terskala dengan tujuan untuk masuk atau mengembangkan usahanya di Asia Tenggara, dengan bidang usaha seperti Traveling dan gaya hidup, Logistik, Teknologi pendanaan/ financial technology (fintech).

Christine Tsai, CEO 500 Startups. Mengatakan, ““Talenta itu sifatnya universal dan tak terbatas dan bisa dijumpai dimana saja di seluruh dunia, terutama di Asia Tenggara. Terlebih lagi, di kawasan ini terdapat lebih banyak pengguna internet dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang menawarkan potensi besar bagi para wirausahawan. Startup – startup kami yang berambisi untuk bermain di skala global tentunya sangat senang dengan upaya perusahaan raksasa seperti AirAsia untuk terhubung dengan Silicon Valley melalui kerjasama dengan 500Startups.”

Portofolio 500 Startups saat ini terdiri dari 2.210 perusahaan dan lebih dari 5.000 pendiri di 74 negara, termasuk 10 perusahaan yang menyandang gelar unicorns seperti Twilio, SendGrid, Credit Karma, Canva, dan Grab, serta 66 perusahaan lainnya yang bernilai lebih dari 100 miliar Dolar AS. RedBeat Capital juga berencana untuk melakukan penyertaan modal bersama di beberapa perusahaan yang tergabung dalam portofolio 500 Startups.

RedBeat Capital juga akan berinvestasi di digital enablers untuk mendukung industri yang spesifik ini seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan cybersecurity.

Sementara itu, CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, “AirAsia dan RedBeat Capital sedang mencari bakat-bakat terbaik dan paling cemerlang di seluruh dunia untuk membantu kami membangun ekosistem travel technology, dan San Francisco adalah tempat yang tepat.”

“Kami berencana untuk memulai operasional tahun ini, bersama Christine dan timnya mengidentifikasi dan menginvestasikan modal di startups yang ingin tumbuh dan berkembang, terutama di kawasan Asia Tenggara, dimana kami mempunyai jaringan, data dan keahlian lokal untuk membantu mengakselerasi bisnis mereka,” pungkasnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close