berita terkiniUlasan

Urgent! Lampu Runway dan Apron di Bandara APT Pranoto Samarinda

Motionupdate.com, SAMARINDA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam waktu dekat segera melengkapi kebutuhan mendesak Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, berupa lampu runway.

Lampu runway atau lampu landasan, menjadi salah satu faktor penting keamanan penerbangan dari dan ke Samarinda. Bandara APT Pranoto, dengan runway 2.250 x 45 meter memang belum dilengkapi lampu runway dan lampu apron.

Runway 2.250 meter itu, rencananya akan diperpanjang menjadi 2.500 meter. Sedangkan terminal, hanya seluas 12.700 meter persegi untuk melayani pergerakan penumpang yang terus merangkak naik.

Sementara ini, rata-rata tidak kurang sebanyak 2.100 penumpang dari dan ke Samarinda. Baik itu penumpang dari Jakarta, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor terus mengikuti perkembangan bandara senilai Rp 1,8 triliun, yang dibangun dari dana APBD Kaltim Rp 1,6 triliun dan APBN Rp 200 miliar itu.

“Sudah komunikasi dengan Pak menteri (Menhub Budi Karya Sumadi), akan dibiayai perpanjangan runway, perluasan terminal oleh Kemenhub,” kata Isran kepada wartawan.

Isran menegaskan, pembangunan Bandara APT Pranoto di Samarinda yang juga ibukota provinsi Kalimantan Timur itu, memang sudah menelan dana APBD cukup besar.

“Mulai pembebasan lahan, dan pembangunan fisik terminal. Untuk lampu runway, tetap (dipasang) dalam persiapan. Segera dilaksanakan tahun ini, semua oleh mereka (Kemenhub),” tegas Isran.

Dikonfirmasi, Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi juga kembali menegaskan pentingnya lampu runway di bandara APT Pranoto.

“Sangat penting, tidak bisa ditawar. Saya bicarakan ini serius di Kemenhub. Lampu runway itu urusan safety, mendesak, demi keselamatan penumpang dan penerbangan,” kata Dodi.

Dalam catatan, ada 3 (tiga) kali kejadian pesawat Lion Air Grup di Samarinda. Pertama, Batik Air rute Jakarta (CGK) pada 13 Desember 2018, batal terbang lantaran runway gelap gulita.

Pada 14 Januari 2019, Batik Air juga dari Jakarta (HLP), divert ke Balikpapan lantaran cuaca buruk, dan runway tidak terlihat. Begitupula Lion Air dari Surabaya.

Pesawat itu juga divert ke Balikpapan, karena cuaca dan bandara Samarinda sudah tutup, serta ketiadaan lampu runway. “Benar. Sudah beberapa kali kejadian kan? Makanya, lampu runway itu sangat penting,” ucap Dodi.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close