berita terkiniMobilModa

Peristiwa Truk Tabrak Mobil Patwal Polisi Berakhir Kekeluargaan

Motionupdate.com, MOJOKERTO – Beberapa waktu lalu sempat viral mengenai mobil Patwal Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota yang ditabrak truk.

Adapun perkembangannya, peristiwa tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Kendati demikian, sopir truk tetap dikenai sanksi tilang. Selain itu, sopir dan pemilik truk diminta memperbaiki kerusakan mobil polisi yang ditabraknya.

Sopir truk Ali Afandi (42), warga Desa/Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur akhirnya bertemu langsung dengan sopir mobil Patwal Satuan Sabhara Briptu Gigih Kusuma Jati di Mapolresta Mojokerto, Jawa Timur.

Keduanya membuat pernyataan tertulis, yang disaksikan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, Kasat Lantas AKP Kadek Oka Suparta, dan pemilik truk yang dikemudikan Ali, Gimin Mardianto.

Terdapat 4 (empat) poin dalam surat pernyataan ini. Pertama sopir truk dan sopir mobil Patwal polisi sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan (Alternative Despute Resolution/ADR).

Kesepakatan ini dibuat dengan pertimbangan sopir tersebut menjadi tulang punggung keluarganya, serta kecelakaan hanya mengakibatkan kerugian materi.

“Ada surat telegram Kapolri nomor ST/2981/XII/2017, kecelakaan yang mengakibatkan kerugian materi bisa diselesaikan dengan ADR,” kata Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Kadek Oka Suparta kepada wartawan, Minggu (13/1/2019).

Ia menyerukan, pertimbangannya lebih kepada rasa kemanusian, edukasi, menunjukkan etika moral dan mengurangi dampak yang lebih luas lagi.

“Dengan begitu, sopir truk tak lagi dikenakan Pasal 310 ayat (1) UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ungkap Kadek Oka.

Sebelumnya diputuskan, Ali bakal dijerat dengan pasal tersebut. Lantaran dinilai lalai tak mendengar suara sirene mobil Patwal polisi, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono menegaskan, penyelesaian secara ADR ini tak menghapus sepenuhnya kesalahan sopir truk.

Menurutnya, sopir tetap diberi sanksi tilang sesuai Pasal 287 ayat (1) UU RI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sopir truk dinilai melanggar rambu larangan truk masuk dalam kota.

Sopir truk asal Gresik itu terancam pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Sanksi tersebut harus diselesaikan Ali melalui proses persidangan tilang di Pengadilan Negeri Mojokerto.

Selain itu, Ali juga wajib mengikuti program retraining road safety selama 2 hari. “Kan ditilang, sudah bersalah. ADR tak menunjukkan orang tak bersalah, tapi kesalahan dalam kadar tertentu bisa ditolerir karena akibatnya tak terlalu fatal,” ujarnya.

Tak hanya tilang, Ali dan pemilik truk, Gimin, diminta memperbaiki seluruh kerusakan mobil Patwal itu. “Kalau (perbaikan mobil Patwal) selesai semua, pihak bengkel akan melaporkan nilai yang harus diganti,” terang Sigit.

Mobil Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satuan Sabhara Polresta Mojokerto ditabrak truk saat mengawal mobil tahanan di simpang 4 Kartini, Kamis (10/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Detik-detik kecelakaan ini terekam kamera CCTV.

Saat kejadian mobil Patwal sedang mengawal mobil tahanan Kejaksaan. Mobil Mitsubishi Lancer nopol X 1002-61 itu melaju dari arah alun-alun menuju Pengadilan Negeri Mojokerto. Mobil sedan itu dikemudikan Briptu GG. Sementara di kursi penumpang adalah Perwira Pengendali (Padal) Ipda HR.

Sampai di simpang 4 Kartini, mobil Patwal itu ditabrak truk pengangkut batu atau Tensla. Truk ituu melaju dari barat ke timur, atau dari Jl. Kartini. Mobil terus melaju di simpang 4 Kartini, lantaran lampu traffic light menyala hijau.

Dipastikan tak ada korban luka maupun jiwa dalam kecelakaan ini. Hanya saja pintu depan sisi kanan mobil Patwal ringsek. Polisi pun sempat menyalahkan sopir truk, dinilai lalai karena tak mendahulukan pengawalan mobil tahanan.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close