berita terkiniKeretaModa

Jakpro Pastikan Tidak Ada Depo MRT di Stadion BMW

Motionupdate.com, JAKARTA – Sebelumnya Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta berkeinginan mendirikan Depo Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II di atas lahan Stadion BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Namun pihak Jakarta Propertindo (Jakpro), selaku penggarap proyek MRT Jakarta mengatakan, keinginan Gubernur DKI tersebut dipastikan tidak akan bisa terwujud.

Dwi Wahyu Darwoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo mengatakan, Depo MRT Jakarta fase II membutuhkan lahan yang sangat luas. Sementara itu dikabarkan di atas lahan tersebut nantinya juga akan berdiri stadion.

“MRT rencananya butuh 12 hektar buat Depo. Di kawasan BMW itu cuma 25 hektar. Kalau 12 itu diambil buat Depo, berarti sisanya tinggal 13 hektar. Cukup nggak untuk stadion dan kawasan lainnya? Kan nggak cukup,” katanya, Kamis (10/1).

Namun demikian, lain halnya apabila yang dibangun di kawasan tersebut adalah stasiun MRT Jakarta. Menurutnya hal itu lebih dimungkinkan. Apalagi mengingat akan dibangun stadion di sana.

“Karena menurut kami, akan dibutuhkan transportasi publik, untuk mengangkut para penonton menuju stadion berkapasitas 80 ribu orang di sana. Begitupula sebaliknya,” ucap Dwi.

Dwi juga mengatakan, ia sudah menjelaskan pula kepada Anies, kalau tak mungkin Depo itu dibangun di sana. “Depo itu juga kan objek vital nasional. Nggak mungkin dicampur dengan crowd,” katanya.

Akhirnya lanjut Dwi, nanti terserah MRT atau JICA (Japan Internasional Coorperation Agency). Apakah mau tetap di Kampung Bandan atau di tempat lain. “Yang jelas, untuk angkutan ke stadion perlu MRT, bukan Depo,” sambungnya.

Apalagi pembangunan nantinya tak semata-mata hanya Stadion BMW. Menurut Dwi, ada fasilitas penunjang lain yang akan dibangun untuk membiayai perawatan stadion untuk Persija Jakarta itu.

“Konsepnya bukan membangun stadion, tapi membangun kawasan yang di dalamnya ada stadion. Nanti di situ ada kawasan hotel, apartemen, ya untuk multifungsi segala macam, untuk perawatannya stadion,” ujarnya.

Dwi menuturkan, Jakpro sudah memiliki rencana konkrit, pada akhir Maret 2019 akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan Stadion BMW.

Setelah itu, pembangunan ditargetkan rampung tiga tahun. “Sudah kita komunikasikan ke temen-temen di Persija, Jakmania, mereka tahu kalau Maret (groundbreaking). Mau groundbreaking-nya Agustus, Maret, pokoknya tahun 2021 harus jadi. Kasihan teman-teman Persija,” ucapnya.

Sementara saat disinggung stadion, Dwi menolak memberitahu secara detil. “Desain sudah ada. Tapi jangan tanya ya karena itu confidential, nanti bocor ke kontraktor, repot,” katanya.

Terkait pendanaan, pembangunan Stadion BMW menggunakan Penyertaan Modal Daerah (PMD). Khusus untuk kawasannya, Jakpro akan bekerjasama dengan pihak ketiga, karena PMD tak dimungkinkan untuk membiayai kawasan komersial.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close