berita terkiniModaPesawat

Kembali Mengudara, Merpati Airlines Siapkan 10 Pesawat Lebih

Motionupdate.com, JAKARTA – Seperti diketahui, maskapai penerbangan Merpati Airlines yang sebelumnya sempat mati suri, kini hidup kembali dan siap mengudara di angkasa.

Asep Eka Nugraha, Presiden Direktur PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) optimis maskapai penerbangan BUMN ini mampu terbang lagi di tahun 2019.

Saat ini Merpati bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) tengah menyiapkan persyaratan awal, untuk bisa menjadi syarat investor mengucurkan dananya.

Persyaratan awal mulai dari keputusan RUPS, perpajakan dari Kementerian Keuangan, dan persetujuan dari DPR RI. “Kami optimis bisa bangkit di 2019. Kita harapkan persyaratan pendahuluan bisa segera didapatkan,” kata Asep di Kementerian BUMN, beberapa hari lalu (3/1).

Dalam rencana bisnisnya, Asep mengaku menyiapkan beberapa tahap. Hal ini mulai dari tetap menjadikan Indonesia Timur sebagai basis rute awal mereka, hingga jumlah pesawat yang disiapkan lebih dari 10 unit.

“Rencana bisnis kami lebih dari 10 pesawat, tapi kita akan penuhi dulu persyaratan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu, yang minimal harus punya 10 pesawat,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya juga masih koordinasi dengan Kemenhub, mengenai kepemilikan pesawat ini. Mengingat sebelum perusahaan ini tutup, Merpati memiliki 25 pesawat dengan berbagai tipe.

Hanya saja Asep mengaku lebih memilih untuk membeli, dan mengoperasikan pesawat baru. Daripada harus menghidupkan kembali pesawat-pesawat lamanya.

Sebelumnya dikatakan, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) siap kembali mengudara pada tahun 2019. Setelah Merpati Airlines mendapat komitmen suntikan modal, dari Intra Asia Corpora, sebesar Rp 6,4 triliun.

Dengan modal ini, Merpati Airlines akan menggunakannya untuk kembali mengurus izin operasinya yang sempat dibekukan Kemenhub beberapa tahun lalu.

Asep menambahkan, jika beroperasi nanti Merpati Airlines takkan menggunakan pesawat Boeing dan Airbus. “Perusahaan nantinya akan menggunakan pesawat produksi Rusia. Tapi bukan yang pernah kecelakaan di Gunung Salak,” katanya.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close