berita terkiniMobilModa

23 Orang Terbunuh di Seluruh Dunia, Membuat Ford Menarik Hampir Sejuta Mobil dari Pasaran

Motionupdate.com, AMERIKA SERIKAT – Perusahaan otomotif raksasa di Amerika Serikat, Ford, pada awal 2019 ini menarik kembali hampir 1 juta kendaraan mereka dari pasaran.

Penarikan tersebut dilakukan terkait adanya masalah dengan kantung udara (airbag), yang tentunya dapat menimbulkan risiko keselamatan penumpang.

Dikutip dari Antara, Selasa (8/1) pagi, Ford mengumumkan penarikan tersebut berdampak pada lebih dari 953.000 kendaraan di seluruh dunia, dengan inflator kantong udara penumpang Takata.

Kantong udara itu berisiko dapat meledak dan menyebabkan serpihan yang beterbangan. Penarikan Ford tercatat sebagian besar berdampak pada pemilik mobil di Amerika Serikat.

Wajar saja, mengingat 782.000 kendaraan ini berada di negara Paman Sam tersebut. Ini adalah bagian dari rangkaian penarikan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Mengenai kendaraan yang terkena dampak dari penarikan tersebut meliputi; Ford Edge 2010, Lincoln MKX 2010, Ford Ranger 2010-2012, Ford Fusion 2010-2012, Lincoln MKZ 2010-2012, Mercury Milan 2010-2011, dan Ford Mustang 2010-2014.

Perusahaan menambahkan, beberapa penarikan hanya dapat dilakukan di wilayah geografis tertentu di AS. Penarikan itu sebagai tanggapan terhadap fakta, bahwa setidaknya 23 orang telah terbunuh di seluruh dunia oleh inflator.

Meskipun Ford mengatakan, tidak mengetahui adanya cedera pada kendaraan yang terkait dengan penarikan ini. Pembuat mobil menambahkan, Dealer akan mengganti inflator secara gratis.

Perlu diketahui, kantung udara Takata memiliki bahan kimia amonium nitrat. Komposisi bahan kimia tersebut dapat menciptakan ledakan yang mengembang pada kantung udara.

Namun, kantung udara dapat memburuk seiring waktu karena panas dan kelembaban, membuatnya meledak dan menyebabkan tabung logam pecah, dimana serpihannya beterbangan keluar.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close