berita terkiniKeretaModa

Modernisasi Targetkan 1,2 Juta Orang Naik Kereta Api di Awal 2019

Motionupdate.com, JAKARTA – Kecintaan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta akan moda transportasi Kereta Api (KA) kiranya semakin meningkat.

Masyarakat semakin gemar menggunakan KA sebagai sarana transportasi, karena memang layanan terkait sarana dan prasarana yang diberikan moda transportasi tersebut semakin baik dari hari ke hari.

Bahkan, menyikapi hal tersebut, akhir tahun 2018 ini Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, berencana mengoperasikan 6 (enam) stasiun yang dimodernisasi, serta satu dipo baru, yaitu Dipo Cipinang.

Adapun 6 stasiun modernisasi itu terdiri atas 5 stasiun modernisasi, yaitu Stasiun Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung dan Kranji di lintas Manggarai – Bekasi. Dan satu stasiun di lintas Tanahabang – Rangkasbitung, yaitu Stasiun Citeras.

Di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung juga akan dioperasikan Double Track dan elektrifikasi di segmen Maja – Rangkasbitung. Sedangkan di lintas Manggarai – Bekasi direncanakan juga beroperasi Double – Double Track untuk segmen Jatinegara – Kranji.

“Pengoperasian berbagai prasarana KA di area Jabotabek dan Banten ini bertujuan meningkatkan kapasitas lintas perjalanan KA pada lintas tersebut di atas,” kata Zulfikri, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Khusus pembangunan Double – Double Track lintas Manggarai – Bekasi yang rencananya diperpanjang hingga Cikarang, bertujuan memisahkan jalur ganda KA jarak jauh dan KA Commuter.

Serta untuk menghindari susulan perjalanan KA jarak jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL), dan peningkatan pelayanan melalui penambahan kapasitas jalur.

Dengan begitu, frekuensi KA jarak jauh dan KA Commuter bertambah, terutama dalam rangka peningkatan jumlah penumpang untuk target 1,2 juta penumpang per hari pada tahun 2019.

Lalu meningkatkan kapasitas lintas KA Jabodetabek; memperlancar angkutan kereta api melalui pemisahan jalur operasi jalur utama jawa (Main Line) dan jalur Commuter (KRL) serta peningkatan keselamatan.

“Pemerintah juga berencana mengembangkan Stasiun Manggarai. Untuk memisahkan jalur KA. Yaitu antara KA jarak jauh, KA Commuter Jabodetabek dan KA Commuter bandara,” tambah Zulfikri.

Ia melanjutkan, Stasiun Manggarai juga akan dibangun setinggi 3 lantai. Dimana lantai 1 terdiri dari jalur KA Bekasi Line (4 jalur), KA Bandara (4 jalur), Peron 12 Stamformasi.

Kemudian lantai 2 terdiri dari layanan penumpang, luas lantai sekitar 9.108 m2, kapasitas kurang lebih 17.800 orang, dilengkapi Lift dan Escalator, serta lantai 3 terdiri dari jalur KA Main Line (6 jalur), Bogor Line (4 jalur) dan peron 12 stamformasi.

Ini akan jadi perhentian terakhir perjalanan KA jarak jauh. Dibangun dengan konsep Ecogreen, bangunan stasiun lebih hemat penggunaan listrik, karena dibatasinya penggunaaan fasilitas pendingin udara pada stasiun-stasiun tersebut.

Stasiun yang ada dibangun 2 lantai, serta dilengkapi fasilitas Lift dan Escalator untuk mengakomodir masyarakat yang tergolong berkebutuhan khusus, seperti lansia, difabel, ibu dalam kondisi hamil maupun anak-anak.

Di samping itu, stasiun juga dilengkapi ruang menyusui, Mushola, ruang kesehatan dan toilet yang modern. “Pemerintah juga telah memperpanjang peron-peron yang ada di masing-masing stasiun modern tersebut,” jelasnya.

Tujuannya, kata Zulfikri, guna mengakomodir rangkaian panjang KRL (12 kereta). Perpanjangan Peron ini juga dilakukan untuk mengakomodir lonjakan penumpang KA karena pertumbuhan perumahan baru yang berada di sepanjang jalur KA.

Lewat berbagai keuntungan yang ditawarkan dari modernisasi stasiun, Pemerintah berharap animo masyarakat memilih KA ketika melakukan perjalanan terus meningkat. Sehingga target penumpang sebesar 1,2 juta penumpang dapat terealisasi.

Foto : Istimewa

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close