berita terkiniUlasan

MRT Jakarta Dorong Skema Pendanaan KPBU

Motionupdate.com, JAKARTA – Dalam sesi diskusi bertajuk “Indonesian Investment and project to support transport effiencecy through the railways transportation system development”, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menyampaikan sejumlah potensi kerja sama yang bisa dikembangkan dengan setiap pihak yang ingin bermitra dengan badan usaha milik daerah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

“PT MRT Jakarta memiliki mandat untuk membangun infrastruktur prasarana dan sarana, mengoperasikan dan memelihara, serta mengembangkan bisnis di setiap jalur atau koridor MRT Jakarta. Kami terbuka untuk kerja sama dengan pemerintah Prancis dan mitranya dalam hal tersebut,” ungkapnya.

“Di fase pertama ini, kami membangun dan mengoperasikan jalur sepanjang sekitar enam belas kilometer dengan tiga belas stasiun dan enam belas rangkaian kereta. Di fase kedua, yang akan mulai dibangun tahun depan, 2019, juga ditargetkan selesai pada akhir 2024 dan beroperasi pada awal 2025. Saat ini, fase pertama dan kedua, menggunakan skema kerja sama antarpemerintah, yaitu Indonesia dan Jepang dalam bentuk pinjaman lunak. Namun, ke depannya, sangat terbuka untuk menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau juga dikenal sebagai Public Private Partnertship (PPP),” lanjut ia.

Diskusi singkat tersebut adalah bagian dari “Indonesia-France Forum Accelerating PPP Project in Indonesia with the French Experience and Expertise” membicarakan sejumlah topik seperti kerangka kerja dan strategi KPBU yang meliputi kebijakan, peraturan, dan peluang KPBU di Indonesia; dan tantangan infrastruktur transportasi dalam membangun sistem mobilitas yang efisien di Indonesia.

Menjawab pertanyaan salah satu peserta tentang jenis pengembangan bisnis yang diharapkan oleh MRT Jakarta, William menyampaikan bahwa mekanisme pembayaran terintegrasi adalah salah satu fokus pemerintah dalam aspek transportasi saat ini.

“Jakarta sedang mengintegrasikan sistem bus rapid transit(BRT) dan sistem perkeretaapian perkotaannya. Itu skala besarnya. Dalam skala kecil atau tradisionalnya, MRT Jakarta juga mengembangkan bisnis non-fare box (NFB) seperti retail, periklanan, telekomunikasi, hak penamaan, dan properti,” ujar ia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close