berita terkiniUlasan

Misi Pencarian Black Box Lio Air JT 610, TNI AL Terjunkan KRI Rigel

Motionupdate.com, JAKARTA – Upaya pencarian pesawat Lion Air JT 610 dan evakuasi korban terus dilakukan dengan berbagai macam alat. Salah satunya adalah KRI Rigel milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Dengan teknologi yang mempuni, KRI Rigel bisa membantu pencarian kotak hitam (black box) pesawat yang diprediksi dibawah laut.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, “KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman full covered di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat 5° 46.15000′ S – 107° 7.16000′ E dan area sekitarnya.”

Untuk melakukan deteksi kedalaman full covered, KRI Rigel akan menggunakan teknologi Multibeam Echosounder EM 2040 dan Side Scan Sonar yang berfungsi untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan frekuensi A dan B.

“Dalam sistem kerjanya, frekuensi itu seperti yang ada di black box, dengan alat HIPAP ini akan menangkap sinyal frekuensi yang dipancarkan oleh black box tersebut,” ungkap Harjo.

KRI Rigel adalah kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana. Kapal TNI AL itu merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih di antaranya Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

Tak hanya itu, KRI Rigel juga dilengkapi Boat Sounding (SV) yang dilengkapi dengan berbagai peralatan berteknologi tinggi. Diharapkan dengan pengerahan kapal perang jenis ini dapat membantu pencarian serpihan badan pesawat.

Selain KRI Rigel, sejumlah kapal juga dikerahkan untuk membantu pencarian bawah air. Kapal-kapal tersebut seperti KN SAR Basudewa Jakarta, Kapal Baruna Jaya, dan Kapal Pertamina. Kapal-kapal ini akan mencari di daerah prioritas pertama.

Sementara itu untuk daerah prioritas kedua pencarian permukaan air akan disisir oleh 15 kapal dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, dan Bea Cukai. Luas area pencarian telah ditentukan 124,3197 nautical mile dengan luas daerah prioritas pertama 62 nautical mile.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close